gravatar

Strategi Menyusun Rencana Bisnis Yang Berkualitas

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Terimakasih Pak/Bu/Mas Hati Bersih, email name yg lucu, tapi saya mungkin tau siapa nama sebenernya dari email baru ini.
By the way,

Setidaknya usiness Plan ada 3 :

  1. Ideal untuk kerjasama
  2. Normatif untuk lomba /penilaiaa
  3. Aplikatif sesuai kepentingan
Sehingga rekan2 KPMI bisa mengaplikasikan yang cocok, ada business plan yg cm 1 halaman, ada yg sampai 25 halaman.
Insya Allah bisa sebagai gambaran.

Jika semua perusahaan mau terbuka terhadap business plannya, dan kita bisa melihat nya maka belajar bisnis akan terasa mudah, bagaimana melihat segmen yang dituju, dan promosi yang di tuju, distribusi, rencana penggunaan patent dll

Yah sebenenrya itu memudahkan, tinggal bagaimana melihatnya.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh




Ipan Pranashakti
- http://www.ipan.web.id
++ Forum Marketing Muslim ++
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Rezeki Dari Arah Lain

"kak bagaimana kalau dagangan es acang ijonya gak laku,
kan hari lagi hujan deras" kata seorang adik kepada kakaknya
pada sebuah tempat pemberhentian bis.

Si kakak hanya diam , dia tidak bisa berkata apa-apa untuk
meyakinkan adiknya.

Semenjak pagi mendung memang telah menyambut mereka
berdua, akan tetapi dagangan es yang telah di persiapkan
dari semalam harus tetap dijual.

Belum satupun dagangan mereka yang laku, sementara jam
hampir memasuki waktu sholat dzuhur " Kakak gak tahu dek,
tetapi ibu pernah mengatakan bahwa rezeki ada di tangan
Tuhan.

Hari ini Tuhan hendak mencoba keyakinan kita dengan
memberikan siraman air hujan" kata sang kakak yang
sebenarnya lebih banyak meyakinkan diri sendiri ketimbang
adiknya yang masih termangu memandangi air hujan.

Kabut awan diangkasa semakin gelap seperti akan memasuki
waktu maghrib, padahal pada jam yang sama jika cuaca
normal maka matahari tepat berada diatas kepala.

Adiknya masih bermain-main dengan air hujan, tangan
kecilnya yang sebelah kiri sibuk memainkan tampias air hujan
dan tangan kanannya memutar-mutar payung yang di bawa
dari rumah.

Sekolah masih libur, biasanya es dagangan mereka di bawa
kesekolah untuk dititipkan pada warung depan sekolah dan
sewaktu pulang, dagangan tersebut diambil, jika ternyata
esnya masih banyak, mereka menjualnya berkeliling dan
setelah itu baru pulang kerumah.

" Dek, bisa pinjam payungnya, saya mau supermarket yang
didepan itu ?" tanya seorang bapak dengan pakaian rapi
seperti pulang dari kantor.

Adiknya memberikan payung tersebut dan mengikuti bapak
itu disampingnya. Tidak beberapa lama kemudian adiknya
tiba. " Kak, bapak tadi ngasih aku uang lima ribu" kata
adiknya dengan bangga. "Ya sudah simpan saja uangnya" kata
kakaknya yang masih cemas dengan dagangan mereka.

Dari jauh terlihat seorang bapak tua kehujanan yang
berusaha mencari tempat berteduh.

Ternyata bapak tua itu seorang pengemis dan dia langsung
duduk di pojokan halte bis.

"Nak antar ibu ke ujung gang sana yah, anak ibu sedang
menunggu disana, ibu lupa bawa payung" kata seorang ibu
kepada adiknya.

Tidak beberapa lama adiknya sudah menghilang bersama ibu
tersebut ke ujung jalan yang dimaksud oleh ibu tadi.

Setelah itu beberapa saat kemudian adiknya sudah tiba
kembali "Kak aku dapat sepuluh ribu lagi" kata adiknya
sambil menunjukan uang tersebut. "Ya sudah kamu simpan
lagi saja" jawab kakaknya masih dengan raut wajah cemas.

Beberapa kali adiknya memberikan pertolongan dengan
mengantar orang yang ada di pemberhentian bis tersebut
ketempat yang mereka minta dan beberapa kali pula
tambahan dana mengisi kantong kecil adiknya, tetapi fikiran
sikakak tetap fokus pada barang dagangnya yang masih utuh
atau belum terjual sama sekali.

Setelah menunggu lebih dari satu jam, akhirnya hujan
berhenti, tidak satupun orang yang berada di pemberhentian
bis tersebut yang membeli dagangannya, bisa saja mereka
berkeliling dengan menggunakan payung, tetapi berdagang
es ditengah hujan tentulah kurang efektif dan membuang
tenaga sehingga mereka berharap di pemberhentian bis
tersebut ada yang membeli, tetapi ternyata keadaan
bertolak belakang dengan harapan mereka.

Kakak beradik tersebut menyebrang jalan menuju
supermarket di sebrang jalan dan berniat berjualan di
depannya.

Bapak tua yang tadi duduk di pojokan halte berjalan di
samping mereka tanpa melihat kanan kiri.

Tubuhnya masih basah, hal itu yang mungkin menyebabkan
bapak tersebut tidak fokus dengan jalanan karena dia
tampak kedinginan.

Tidak beberapa lama kemudian tubuhnya limbung dan jatuh
diantara genangan air. Kedua kakak beradik tersebut
berusaha menolong dengan mengangkat dan memapah bapak
tersebut kembali ke halte. Terseok-seok tubuh kecil itu
memapah seorang lelaki tua yang ukuran badannya dua kali
mereka.

Sesampai di pinggir jalan, tiba-tiba terdengar suara benturan
cukup keras. Termos es dagangan mereka yang masih berada
di tengah jalan tersenggol kendaraan roda empat, semua isi
berhamburan dan banyak yang hancur terlindas ban
kendaraan umum yang lewat.

Sang kakak mengambil termos tersebut, tidak ada isi yang
tersisa semua terbuang. Termos masih dalam keadaan baik,
hanya sedikit goresan akibat benturan dengan batu jalanan.

Setelah merasa kondisi bapak tersebut agak membaik,
mereka pulang kerumah dengan wajah lesu. " Ada apa nak,
kok wajah kalian lesu begitu ?...es nya gak laku? ya gak apa-
apa ..kan memang cuacanya tidak mendukung" kata ibu
mereka dengan bijaksana ketika mereka sampai dirumah.
"Bukan cuma tidak laku bu tapi juga, es nya rusak semua
karena terjatuh" jawab sang adik.

Sang kakak menceritakan kejadian yang menimpa mereka
sewaktu di tempat pemberhentian bis. "Emang adik dapat
uang berapa ?" kata ibunya mengalihkan perhatian kedua
anaknya dengan menfokuskan hasil dari menolong orang lain
dengan memberikan pinjaman payung, mirip tukang ojek
payung di terminal. "gak tahu bu coba hitung aja" kata sang
adik sambil merogoh kantong dan menyerahkan semua
kepada ibunya."

Wah ini lumayan banyak hampir empat puluh ribu rupiah...
lebih banyak dari jualan kalian kalo laku semua yang hanya
dua puluh ribu, selain itu kalian juga telah menolong orang
lain dan itu juga sebuah rezeki loh" kata sang ibu dengan
tersenyum".. .tapi kan bu kalo lakukan jadi tambah banyak"
kata sang kakak masih dengan nada sedih.

"Rezeki Allah itu dari mana saja, kita hanya berusaha dan
Allah lah yang memutuskan apakah usaha kita layak
mendapat hasil atau tidak, dan Allah pula yang memutuskan
apakah hasil itu di peroleh dari yang kita usahakan atau dari
tempat lain yang kita tidak duga sebelumnya."

Banyak orang yang salah sangka dengan mengira bahwa hasil
yang mereka peroleh dari usaha mereka.

Tidak, banyak yang telah bekerja keras tapi hasilnya tidak
seberapa dan ada juga yang bekerja ringan tapi hasilnya
sangat banyak.

Tugas kita hanya berusaha sekuat tenaga dan diniatkan
karena Allah, insyaAllah hasil yang kita peroleh baik itu
sedikit atau banyak akan mendapat ridho dari Allah" kata ibu
mereka sambil memeluk kedua anaknya.
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Siapkah Anda Untuk Pensiun?


“Merancang pensiun? Soal itu jangan dibahas sekarang deh. Saya masih muda, baru 30 tahun. Saya masih kuat bekerja. Nanti kalau sudah menjelang 50 tahun, barulah bicara soal pensiun.” Kata-kata ini sering terdengar dikalangan anak muda berusia dibawah 35 tahun. Mereka seperti alergi membicarakan pensiun karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal, merencanakan pensiun sejak usia muda merupakan langkah tepat menuju hari tua yang sejahtera.

Dari hasil survey yang diadakan oleh majalah SWA terhadap 32 responden profesional independen di Jakarta, ternyata mayoritas (28,13%) belum merancang pensiun hingga kini. Dan sebagian responden (25%) merancang pensiun justru di usia yang sudah tua, yaitu 41- 45 tahun. Sebaliknya hanya 3,13% responden yang merencanakan pensiun sebelum umur 30 tahun. Kondisi serupa juga terjadi di kalangan pengusaha. Dari 34 responden pengusaha yang disurvei, mayoritas (38,24%) mengaku belum merancang pensiun hingga sekarang.

Memang, tak ada batasan baku pada usia berapa sebaiknya seseorang memikirkan pensiun. Bila pensiun didefinisikan sebagai masa dimana seseorang tidak produktif dan tidak memfokuskan dirinya mencari uang maka sebaiknya seseorang mempersiapkan pensiunnya sejak masih produktif bekerja.

Analoginya begini: jika seseorang ingin pensiun pada usia 60 tahun, sementara sekarang baru berusia 25 tahun, ia masih punya waktu 35 tahun untuk menabung. Akan tetapi, bila sekarang umurnya sudah 40 tahun dan ingin pensiun 60 tahun, berarti persiapannya tinggal 20 tahun lagi. Sudah pasti, jumlah uang yang harus ditabung tiap bulan lebih besar ketika anda baru memulainya di usia 40 tahun ketimbang 25 tahun.

Agar lebih jelasnya Aidil Akbar Madjid seorang manajer investasi memberikan contoh konkret. “Bila waktu pensiun saya tinggal 10 tahun lagi, saya harus menyisihkan RP 3 juta/bulan. Tetapi bila masa pensiun saya masih 25 tahun lagi, dengan suku bunga yang sama saya mengalokasikan kurang dari Rp 1 juta/bulan.” Memang besaran uang yang ditabung didasarkan kepada jenis aktivitas apa yang ingin dilakukan serta berapa pasive income yang diperlukan pada saat pensiun nanti. Dimana tentunya hal ini juga berhubungan dengan instrumen investasi (aset produktif) yang perlu dipilih untuk menghasilkan pasive income yang anda inginkan.

Sudahkah anda mulai merancang pensiun anda? Bila belum mungkin inilah saatnya!

Semoga bermanfaat.
http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/25/siapkah-anda-untuk-pensiun/
Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

Antara Jodoh dan Rasa Suka...


Para netter yang bahagia dan yang tidak bahagia...dalam hidup selalu ada pilihan..pilihan itu pasti ada pihak yang dirugikan...namun kita senantiasa untuk berusaha berpikir positif pada sesuatu yang menimpa kita. adakalanya kita tidak bermaksud untuk melukai hati siapapun.namun itu sebuah keputusan yang sangat sulit untuk diambil. apalagi keputusan itu selalu berkaitan dengan urusan perasaan. dua pilihan atau lebih itu memang hak setiap orang..apabila rasa sudah mulai bicara maka tidak ada seorangpun yang dapat mencegah selain diri kita sendiri cepat sadar dan memahami akan arti hidup. kita tida dipilih bukan berarti akhir dari segalanya.

Kadang kita tidak dipilih itu membawa keuntungan yang luar biasa. saya selalu berusaha berpikir yang positif ketika hati ini tidak dipilih oleh yang khaliq untuk mendampingi seseorang yang aku suka. tapi itulah hidup dia memilih bukan sesuai yang aku inginkan. saya yakin aku sedang menapaki sebuah pilihan yang lebih baik dari pada dia...pikirkanlah hal yang positif biar duani dan isinya akan selalu berproses sealu mendukung pada hawa positif kita. Demi masa depan yang cerah hendaknya saya mulai bangkit dari rasa kecewa itu lah yang harus aku lakukan. saya pernah mengalami ketika cinta itu saling menguji kesetiaan maka yang timbul adalah bumerang, bumerang karena semua energi pikiran negatif kita akan bergerak mendukung dalam otak itu sehingga apa yang kita pikirkan yang negatif itu menjadikan kita nampak tertekan dan stress....maka saatnyalah semua yang sedang gelisah atau yang lebih parah mari kita berpikir positif pada sang khalik semua jodoh itu bukan berada ditangan kita, kita hanya mampu untuk berusaha memproses sebuah ikhtiar kita.

Baca selengkapnya Bagikan
gravatar

JANGAN MENGHABISKAN WAKTU DENGAN KEBINGUNGAN YANG TIDAK ANDA PUNYA, KARENA ANDA TELAH MEMBUANG PERCUMA APA YANG ANDA PUNYA.

Saudara netter yang berbahagia dan yang tidak berbahagia kadang saya juga merasakan apa yang selama ini telah saya lakukan itu sesungguhnya proses tidak sadar akan pikiran negatif. Ketika saya bertindak dan berpikir tentang sesuatu yang ingin saya mau, tapi keadaan yang tidak mendukung berbuat sesuai dengan keinginan, keterbatasan itu terasa selalu mengikuti saya. Dan alangkah tidak sadarnya saya telah menghabiskan banyak waktu untuk mewujudkan keinginan saya. Semua itu akan terasa apa bila kita sudah lama berkubang dalam satu masalah saja, akhirnya jenuh dan putus asa. Lebih bahaya kita tidak sadar bahwa keinginan itu sesungguhnya sangat tidak menguntungkan bagi masa depan, saya mengalami sendiri bagaimana saya harus bergelut dengan persoalan yang tidak habis-habisnya dalam satu perkara, terlalu lama dan semakin lama kita dalami ternyata justru membawa kita kerumitan masalah yang tidak kunjung ada habisnya. Itu terjadi pada saya dan di beberapa family saya, iya itulah yang sering dialami. Namun dengan kemauan saya yang segera keluar dengan mencari pandangan baru atau menerima solusi dari luar adakalan juga membantu.
Kedalaman masalah yang belum ada solusinya bisa membuat saya terlena yang akhirnya tidak mampu untuk keluar dari persoalan itu. Saya berpandangan bahwa semua persoalan itu pasti ada solusinya namun jika kita tidak sadar bahkan saya menjadi ragu, maka persoalan itu bukan menjadi obyek saya, tapi justru saya akan menjadi obyek dari masalah itu, inilah yang saya hati-hati dalam mencari solusi suatu masalah. Dan saya selalu berhati-hati akan persoalan yang tidak kunjung selesai, yang saya pikirkan dan habiskan waktu saya untuk berpikir dengan bingungnya memikirkan sesuatu yang tidak saya punya. Jika saya melihat kata mutiara hikmah dalam judul tersebut ada 2 hal yang sangat saya perhatikan :
Jangan Menghabiskan Waktu Dengan Kebingungan Yang Tidak Anda Punya
Persoalan dalam pikiran saya yang selalu berkutat dalam masalah yang sama, kadang membuat diri saya tidak henti-hentinya beranggapan apa yang saya inginkan tidak ada. Iya tidak ada, karena memang pikiran saya sudah tertutup oleh keinginan yang sesungguhnya saya tidak punya. Makanya pikiran saya selalu bingung sehingga waktu yang seharusnya berguna untuk yang lain tidak bisa saya gunakan dengan maksimal, apakah saudara netter pernah merasakan hal yang sama seperti saya? Jika iya…. Ayo lekas kita tinggalkan saja. Karena jangan-jangan kita akan menghabiskan waktu yang percuma. Karena saya telah memikirkan sesuatu apa yang tidak saya punya, Itu bisa berakibat fatal pada saya. Waktu saya habis, pekerjaan tidak selesai, pikiran jadi tidak tenang, saya tidak fokus dalam bekerja karena beban selalu ada dalam pikiran untuk memikirkan sesuatu yang sesungguhnya saya tidak punya.
Membuang Percuma Apa Yang Anda Punya.
Dengan disibukan hal-hal yang saya pikirkan itu, membuat keadaan justru saya tidak semakin baik, karena berpikir yang saya tidak punya. Sehingga saya telah membuang sesuatu yang saya punya, kususnya waktu kemampuan saya yang lain. Disini saya bermaksud menggali potensi lain atau menumbuhkan potensi lain yang sesungguhnya saya punya daripada saya memikirkan sesuatu yang sesungguhnya saya tidak punya. Supaya saya tidak membuang potensi yang saya punya maka harus ada tindakan konkrit saya. Mengurai kemampuan saya, saya selalu bertanya potensi yang mungkin juga ada betulnya dari sisi pendapat orang lain tentang saya. Agar apa yang saya pikirkan itu tidak membuang percuma waktu saya.
Para netter yang saya banggakan ….inilah maksud dibalik kalimat hikmah di atas menurut saya. Jadi saatnyalah kita ini tidak berkutat untuk memikirkan bahkan menyesali dan sangat berbahaya apabila kita putus asa tentang sesuatu yang tidak kita punya. Apa yang ada sekarang mari kita manfaatkan sebaik mungkin…hemmm bagaimana menurut anda semuanya.....?
BLOG MENGUPAS TUNTAS DIBALIK KATA MUTIARA HIKMAH..PENYEMANGAT NETTERPRENEURSHIP….
ALFA/09
http://www.lumbonguang.blogspot.com/
Baca selengkapnya Bagikan

Penghasilan Tambahan

Sorotan

Free Domain